Keutama’an menuntut ilmu

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam,keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya hingga hari kiamat, Amma ba’ad

Ketahuilah saudaraku pengetahuan agama sebagai alamat adanya kebaikan, ini yang tersurat, sedangkan yang tersirat bahwa orang yang Allah tidak menghendaki kebaikan pada dirinya maka Dia tidak memandaikan dirinya dalam pengetahuan agama, maka hal ini menunjukkan bahwa dirinya telah diharamkan dari kebaikan, kita memohon keselamatan kepada Allah Ta’ala
Sesungguhnya mendalami pengetahuan agama mendorong orang kepada setiap kebaikan, menyelamatkan dirinya dari segala macam fitnah dan kegelapan (kebodohan), dan mengantarkan dirinya kepada surga yang mana ia menjadi tuntutan yang tertinggi setiap orang yang beriman dan bertaqwa
Dan perlu di maknai kata-kata ini. “Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu.” (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar)

Banyak keutamaan Ilmu yang Allah berikan kepada Umatnya yang mau menjadikan Ilmu sebagai bekal untuk hidup bahagia di Akhirat kelak, diantaranya berdasarka Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam

Allah Subhanahu wataala membedakan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
QS. az-Zumar (39) : 9

Ditinggikannya derajat dengan beberapa derajat, ini menunjukkan atas besarnya keutamaan, dan ketinggian di sini mencakup ketinggian maknawiyyah di dunia dengan tingginya kedudukan dan bagusnya suara (artinya dibicarakan orang dengan kebaikan) dan mencakup pula ketinggian hissiyyah (yang dirasakan oleh tubuh dan panca indera) di akhirat dengan tingginya kedudukan di jannah. (Fathul Baarii 1/141)

Allah akan mengangkat derajat orang berilmu

Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis “, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. al-Mujadilah (58) : 11)
Ilmu bisa menjadi para saksi atas kebenaran

Allah taa’ala menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia,yang menegakkn keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu ( juga menyatakan yang demikian itu ). Tak ada tuhan ( yang berhak disembah ) melainkan Dia,Yang Naha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ali Imran [3]: 18)

Merupakan anugrah Allah yang amat banyak

“Allah menganugrahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah:269)

Di MudahkanNya jalan Menuju Syurga
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga”. (HR.Muslim)

Lebih mulia dari ahli ibadah
Dari Al-Umamah Al-Balily dia berkata,“Disebutkan kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam tentang dua orang shaleh satunya ahli ibadah dan yang lain tholibul ‘ilm. Maka bersabda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam keutamaan orang yang berilmu di atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku di atas orang yang paing rendah atas kalian”(HR. Tirmidzi)

Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Keutamaan orang berilmu dari ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang,”
Merupakan perumpamaan yang sangat pas. Karena bulan menerangi penjuru cakrawala dan cahayanya meluas ke penjuru alam. Ini sebagaimana perihal orang berilmu.Sedangkan bintang-gemintang, cahayanya tidak melewati dirinya atau hanya sampai kepada sesuatu yang terdekat darinya. Hal ini sebagaimana seorang ahli ibadah, dia hanya menerangi dirinya sendiri, tidak menerangi orang lain. Jika cahaya ibadahnya menggapai orang lain, maka jangkauannya tidak jauh sebagaimana cahaya bintang melampaui dirinya sedikit.

Kebaikan bagi seorang yang berilmu
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Artinya: “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan niscaya akan dipahamkan tentang masalah agama”. (Shahihul Jam Al Albani’:6612)

Dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi
Dari Abu Darda ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda “…dan sesungguhnya seorang yang alim (berilmu) itu dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi, sampai ikan-ikan di laut”(HR. Abu Daud).
Maksudnya tatkala seorang alim merupakan sebab diperolehnya ilmu yang merupakan kunci keselamatan manusia dari kehancuran, sehingga keselamatan manusia diperoleh dengan perantara dia, maka dia mendapatkan balasan sejenis dengan perbuatannya. Sehingga, semua penghuni langit dan bumi selalu berusaha menyelematkannya dari sebab-sebab kebinasaan, yaitu dengan meminta ampunan untuknya. Jika orang-orang mukmin pada umumnya dimintakan ampunan oleh para malaikat, tentunya lebih utama lagi orang-orang khusus dan terbaik dari mereka.Dikatakan bahwa makhluk langit dan makhluk bumi yang memintakan ampunan bagi orang alim adalah umum, mencakup binatang dan sebagainya, baik yang berbunyi maupun yang tidak. Ini ditegaskan dengan sabda Rasul shallallahu alaihi wasallam, “Hingga ikan-ikan di lautan dan semut di sarangnya memintakan ampun bagi orang yang menuntut ilmu.”

Cahaya akan menerangi seorang penuntut ilmu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam berkhotbah di hadapan kami di masjid Al-Khaif di Mina, maka beliau bersabda “Semoga Allah memberikan cahaya bagi seorang yang mendengar perkataan lalu dia menghafalkannya dan memahaminya, kemudian dia sampaikan pada siapa yang belum mendengarnya”(HR. Thabarani).

Ilmu Merupakan warisan para nabi
Dari Abu Darda berkata, “saya mendengar Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya dia telah mengambil bagian yag sempura”(HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Orang berilmu adalah orang-orang yang senantiasa diatas al haq hingga menjelang hari kiamat
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata:
Artinya: “Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan niscaya akan dipahamkan tentang masalah agama. Aku (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ) hanyalah pembagi (sedangkan) Allahlah yang memberi. Akan senantiasa ada sekelompok umat ini (muslimin) yang tetap diatas perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka (ketika ada) orang yang menyelisihinya hingga datang urusan Allah (hari kiamat)”
Berkata Imam Ahmad -tentang kelompok ini-: ”Kalau mereka bukan Ahlul hadits aku tidak tahu siapa mereka”
Al Qodhi Iyadh berkata: “Maksud Imam Ahmad adalah Ahlussunnah dan orang yang berkeyakinan dengan madzhab ahlul Hadits”

Ilmu merupakan Investasi kelak di Akhirat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, anak yang shalih yang mendoakannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya(HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, NasaI dan Ahmad).

Seorang yang Berilmu taku kepada Allah Subhanahu wataala

Adapun ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mempunyai buah yang agung, dan yang paling menonjolnya adalah adanya rasa khasy-yah kepada Allah Subhaanah dari pemiliknya. Maka ulama adalah manusia yang paling takut kepada Rabbnya, karena apa yang telah mereka pelajari dari ilmu yang akan menambah pengetahuan mereka kepada Rabbnya dan akan mengokohkan keimanan yang ada pada hati-hati mereka. Allah Ta’ala berfirman

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (Faathir:28)

Setelah di paparkan dalil-dalil Al Qur’an dan Hadit-Hadits yang berkaitan dengan keutamaan ilmu, sekarang ada Nasehat Salafush Shalih untuk Kaum Muslimin

>Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
“Ilmu itu lebih baik daripada harta, karena ilmu akan menjagamu sementara harta harus engkau jaga. Ilmu akan terus bertambah dan berkembang dengan diamalkan sementara harta akan terkurangi dengan penggunaan. Dan mencintai seorang yang berilmu adalah agama yang dipegangi. Ilmu akan membawa pemiliknya untuk berbuat taat selama hidupnya dan akan meninggalkan nama yang harum setelah matinya. Sementara orang yang memiliki harta akan hilang seiring dengan hilangnya harta. Pengumpul harta itu seakan telah mati padahal sebenarnya dia masih hidup. Sementara orang yang berilmu akan tetap hidup sepanjang masa. Jasad-jasad mereka telah tiada, namun mereka tetap ada di hati manusia.” (dinukil dari Min Washaya As-Salaf, hal. 13-14)

>Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata:
“Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52)

Yakni bahwasanya sifat mereka secara umum adalah sibuk dengan mencari ilmu dan tinggal di rumah dalam rangka untuk mudzaakarah (mengulang pelajaran yang telah didapatkan) dan mempelajarinya. Semuanya ini menyibukkan mereka dari memperhatikan berbagai macam pakaian dan kemewahan dunia secara umum demikian juga hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang kurang manfaatnya dan hanya membuang waktu belaka seperti berputar-putar di jalan-jalan (mengadakan perjalanan yang kurang bermanfaat atau sekedar jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas) sebagaimana yang biasa dilakukan oleh selain mereka dari kalangan para pemuda.

Subhanallah, begitu besar keutamaan yang Allah berikan bagi majelis ilmu dan para penuntut ilmu. Semoga menjadi pendorong semangat bagi kita yang bercita-cita mulia dunia dan akhirat.

Sebagai penutup, cukuplah satu firman Allah dan Sya’ir dibawah ini, menjadi bukti bagi manusia akan ketinggian orang-orang yang berilmu, dimana Allah menjadikan ilmu sebagai dasar yang harus dipegang dalam bergerak dimasa hidup di dunia ini.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra: 36)

sya’irnya Al-Imam Asy-Syafi’i:
Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh.
Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu).
Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu.

Marilah kita awali setiap keyakinan dan amalan dengan ilmu agar luruslah niat kita dan tidak terjerumus dalam ibadah yang tidak ada tuntunan (alias bid’ah). Ingatlah bahwa suatu amalan yang dibangun tanpa dasar ilmu malah akan mendatangkan kerusakan dan bukan kebaikan

Diposkan oleh di 03:49

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s